Telah dilaksanakan pembelajaran Bahasa
Indonesia dengan tema “Berkarya dan Berekspresi Melalui Puisi” pada tanggal 2-3
Februari dan 5-6 Februari 2026. Pembelajaran ini dilaksanakan dalam 4 kali
pertemuan dengan tutor Mas Jon Blitar yang merupakan pegiat literasi di
Kabupaten Blitar. Warga belajar yang menghadiri pembelajaran ini sejumlah 30
orang. Materi yang dipelajari antara lain pengenalan puisi, teknik menulis
puisi, membuat dan merepresentasikan puisi, serta musikalisasi puisi.
Pada pertemuan pertama, warga belajar diperkenalkan dengan hal-hal dasar mengenai puisi. Warga belajar mempelajari berbagai jenis puisi yang berkembang di Indonesia, manfaat menulis puisi, serta teknik menulis puisi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menulis puisi yaitu peristiwa, suasana batin, diksi, pemadatan kata, dan menciptakan kata terkuat dalam puisi. Di akhir pertemuan, warga belajar diminta untuk membuat karya puisi dengan tema perasaan.
Sebelum
memasuki materi kedua, warga belajar diminta untuk mengevaluasi tugas puisi
antar teman. Evaluasi tersebut meliputi keaslian karya dan diksi-diksi yang
digunakan oleh penulis. Menuju materi kedua, warga belajar mempelajari tentang cara
membedah, menganalisa, menafsirkan, serta mencari kelemahan dari sebuah puisi. Setelah
mengetahui apa saja evaluasi dan kritik dari puisi yang ditulis, Mas Jon
membagikan tips kepada warga belajar cara memperindah puisi dengan membubuhkan
majas personifikasi dan diksi selingkar.
Pada pertemuan ketiga, Mas Jon mengajak warga belajar untuk memanfaatkan artificial intelligence (AI) dalam pembuatan puisi. Warga belajar mengubah tugas puisi yang sebelumnya dalam bentuk tulisan tangan menjadi musikalisasi puisi dengan bantuan AI. Pada pertemuan terakhir, warga belajar diminta untuk membuat kelompok dan memilih 1 buku cerita yang ada di taman baca untuk diparafrasekan dalam bentuk puisi berantai. Setelah melakukan parafrase, masing-masing kelompok merepresentasikan puisi berantai meliputi tema, deskripsi singkat, serta pesan yang disampaikan dalam puisi tersebut.
Di akhir pembelajaran, warga belajar diminta untuk
mempresentasikan hasil puisi mereka. Setelah semua kelompok maju, warga belajar
saling bertukar puisi dengan kelompok lain. Kemudian, masing-masing kelompok mencari
kalimat terkuat dalam puisi dan mengapresiasi puisi tersebut. Untuk melatih pemahaman
dan sebagai tugas akhir pembelajaran puisi, warga belajar diminta untuk membuat
karya puisi dengan tema fenomena alam. Dari pembelajaran ini, diharapkan warga
belajar dapat mempelajari, memahami, dan mengembangkan sastra Indonesia melalui
karya-karya mereka yang nantinya akan dibukukan.